Main Article Content

Abstract

Jagung manis segar memiliki umur simpan yang pendek, yaitu hanya 2-3 hari jika disimpan pada suhu kamar. Umur simpan yang pendek ini dapat menurunkan kualitas dan nilai ekonomis jagung, sehingga perlu ada upaya untuk mengatasinya. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh jenis kemasan dan suhu penyimpanan terhadap karakteristik fisik jagung manis segar (Zea mays L.) selama penyimpanan. Metode penelitian dilakukan dengan cara menyimpan jagung manis segar di dalam kemasan PP dan PE pada suhu 10 dan 29°C selama 10 hari, kemudian mengukur kadar air, susut bobot, dan kromasitas warna jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air jagung manis segar selama penyimpanan mengalami penurunan. Penggunaan kemasan PP pada suhu 10°C dapat menghambat penguapan kadar air jagung manis, sehingga kehilangan kadar air lebih kecil sebesar 24,75% jika dibandingkan dengan kemasan PE sebesar 25,81%. Susut bobot tertinggi terjadi pada suhu penyimpanan 29°C tanpa kemasan sebesar 44,71% dan susut bobot terendah sebesar 26,77% terjadi pada suhu penyimpanan 10°C menggunakan kemasan PP. Warna jagung manis semakin pudar seiring dengan lamanya penyimpanan. Jenis kemasan PP pada suhu penyimpanan 10°C dapat mempertahankan kesegaran jagung manis segar selama penyimpanan.

Keywords

jagung manis kadar air susut bobot warna

Article Details

References

  1. Amanto, B. S., Atmaka, W., & Rachmawat, D. (2011). Prediksi Umur Simpan Tepung Jagung (Zea mays L.) Instan di dalam Kemasan Plastik. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 4(2), 74-83.
  2. Anggraini, R., & Sugiarti, T. (2018). Analisis Pengemasan Jagung Manis (Zea Mays L. Saccharata Sturt) Berkelobot dengan Berbagai Bahan Pengemas. Food Tech Jurnal Teknologi Pangan, 1(1), 25-31.
  3. Ansar, Nazaruddin, & Azis, A. D. (2019). Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Perubahan pH dan Warna Nira Aren (Arenga pinnata Merr) setelah Penyadapan. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 8(1), 40 48.
  4. Arnon, H., Zaitsev, Y., Porat, R., & Poverenov, E. (2014). Effects of carboxymethyl cellulose and chitosan bilayer edible coating on postharvest quality of citrus fruit. Postharvest Biology and Technology, 87(1), 21-26.
  5. Dewi, T. K. (2015). Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Mutu Benih Jagung Manis (Zea Mays Sachaarata Strurt) di PT. Sang Hyang Seri (Persero) Sukamandi. Jurnal Agrorektan, 2(2), 117-124.
  6. Fahroji, & Hendri. (2016). Kinerja Beberapa Tipe Moisture Meter dalam Penentuan Kadar Air Padi.
  7. Jurnal Lahan Suboptimal, 5(1), 62-70.
  8. Hariadi, H., Effendi, S., & Achyad, N. S. (2017). Aplikasi Program Linear dalam Pembuatan Formulasi Cookies dari Tepung Komposit (Jagung, Kacang Kedelai dan Bonggol Pisang Batu). Jurnal Rekayasa Pertanian dan Biosistem, 5(1), 375-384.
  9. Khathir, R., Ratna, & Puri, M. A. (2015). Pendugaan Umur Simpan Jagung Manis Berdasarkan Kandungan Total Padatan Terlarut dengan Model Arrhenius. Agritech, 35(2), 200-204.
  10. Kumalaningsih, S., Harijono, & Amir, Y. F. (2012). Pencegahan Pencoklatan Umbi Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) untuk Pembuatan Tepung: Pengaruh Kombinasi Konsentrasi Asam Askorbat dan Sodium Acid Pyrophosphate. Jurnal Teknologi Pertanian, 5(1), 11-19.
  11. Lamona, A., Purwanto, Y. A., & Sutrisno. (2015). Pengaruh Jenis Kemasan dan Penyimpanan Suhu Rendah Terhadap Perubahan Kualitas Cabai Merah Keriting Segar. Jurnal Keteknikan Pertanian, 3(2), 145-152.
  12. Lapanga, Hastian, & Iswahyudi, L. (2020). Pengaruh Jenis Kemasan Plastik terhadap Perubahan Kimia, Fisik dan Organoleptik Jagung Manis (Zea Mays S.) selama Penyimpanan pada Suhu Rendah. Sultra journal of Agricultural Research, 1(1), 36-53.
  13. Mareta, D. T., & Nur, S. (2011). Pengemasan Produk Sayuran dengan Bahan Kemas Plastik pada Penyimpanan Suhu Ruang dan Suhu Dingin. Mediagro, 7(1), 26-40.
  14. Maryani, A., & Pradiana, W. (2008). Respons Masyarakat terhadap Pengemasan dan Rasa Jagung Manis. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 3(1), 53-61.
  15. Muhajir, R., Rahim, A., & Hutomo, G. S. (2014). Karakteristik Fisik dan Kimia Susu Jagung Manis pada Berbagai Lama Perebusan. J. Agroland, 21(2), 95-103.
  16. Nofriati, D., & Asni, N. (2015). Pengaruh Jenis Kemasan dan Tingkat Kematangan Terhadap Kualitas Buah Jeruk Selama Penyimpanan. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 12(2), 37-42.
  17. Nofrida, R., Warsiki, E., & Yuliasih, I. (2013). Pengaruh Suhu Penyimpanan terhadap Perubahan Warna Label Cerdas Indikator Warna dari Daun Erpa (Aerva sanguinolenta). Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 23(3), 232-241.
  18. Pudja, I. P. (2009). Laju Respirasi dan Susut Bobot Buah Salak Bali Segar pada Pengemasan Plastik Polyethylene selama Penyimpanan dalam Atmosfer termodifikasi. Jurnal Agrotekno, 15(1), 8-11.
  19. Sari, D. A., & Hadiyanto, H. (2013). Teknologi dan Metode Penyimpanan Makanan sebagai Upaya Memperpanjang Shelf Life. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 2(2), 22-28.
  20. Satmalawati, E. M., & Rusae, A. (2017). Identifikasi Cendawan Patogen pada Penyimpanan Jagung sesuai Kearifan Lokal Masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara dalam Perspektif Ketahanan Pangan. Partner, 22(1), 406-417.
  21. Sulthoni, K. I., Susanto, W. H., & Wijayanti, S. D. (2016). Pengaruh Pemberian Antikapang (Buffer Amilum) dan Waktu Penyimpanan Sementara terhadap Kualitas Benih Jagung Hibrida. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 4(2), 474-482.
  22. Xie, Y., Liu, S., Jia, L., Gao, E., & Song, H. (2017). Effect of different storage temperatures on respiration and marketable quality of sweet corn. Advanced Engineering and Technology III, (pp. 219-224).