Main Article Content

Abstract

Populasi manusia yang semakin meningkat menyebabkan bertambahnya kebutuhan pangan dan tempat tinggal, karena itu dibutuhkan keseimbangan antara daya dukung lingkungan dengan pemanfaatan lahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status daya dukung lingkungan berbasis neraca lahan eksisting serta untuk mengetahui status neraca lahan pada tahun 2031, yaitu menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara mendiskripsikan hasil perhitungan untuk mendapatkan status neraca lahan. Perhitungan ketersediaan dan kebutuhan lahan diproyeksikan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah ketersediaan dan kebutuhan lahan pada tahun 2031. Proses simulasi dibuat dengan cara memproyeksikan jumlah penduduk sampai tahun 2031 dengan menggunakan metode aritmatik. Hasil ketersediaan lahan dan kebutuhan lahan kemudian dibandingkan untuk mendapatkan status neraca lahan. Kecamatan Praya Barat memiliki total nilai produksi sebesar Rp 3.965.659.613.333,34, produktivitas beras sebesar 3251 Kg/Ha; dengan harga beras Rp 8000,00 Kg, didapatkan hasil ketersediaan lahan eksisting sebesar 152.478,03 Ha. Analisis kebutuhan lahan menunjukkan bawa total nilai kebutuhan lahan eksisting sebesar 23.120,82 Ha dengan rincian jumlah penduduk tahun 2018 sebanyak 75.166 jiwa, dan kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar 0,31 Ha/kapita. Status neraca lahan eksisting Kecamatan Praya Barat adalah surplus dengan selisih 129.357,21 Ha. Perhitungan daya dukung lingkungan basis neraca lahan pada tahun 2031 menggunakan ketersediaan lahan eksisting, yaitu sebesar 152.478,03 Ha, sedangkan perhitungan kebutuhan lahan menggunkan jumlah penduduk (N) tahun 2031 sebanyak 88.285 jiwa. Didapatkan Kebutuhan lahan tahun 2031 sebesar 27.156,04 Ha. Status daya dukung neraca lahan Kecamatan Praya Barat pada tahun 2031 masih surplus dengan selisih 125.321,99 Ha. Status surplus menunjukkan bahwa ketersediaan lahan masih dapat mencukupi kebutuhan produk hayati masyarakat setempat.

Keywords

daya dukung lingkungan neraca lahan

Article Details

References

  1. Badan Pusat Statistik. (2018). Kecamatan Praya Barat Dalam Angka 2018. BPS Kabupaten Lombok Tengah.
  2. Faroh, E. P. I., Puspaningrani, F. C., Reinadova, G., Akbar, M. R., Anggraeni, N. D. S., Wildiyanti, O. S., Kafafa, U., & Putri, R. F. (2020). Dynamic Changes Analysis of Land Resource Balance in North Maluku Province, Indonesia. ASEAN Journal on Science and Technology for Development, 37(2), 63–71.
  3. Fauzi, F. R., Abdullah, S. H., & Priyati, A. (2018). Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Komoditas Padi dengan Memanfaatkan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian Dan Biosistem, 6(2), 131–140.
  4. Hartwaan, T., & Ruwaidah, E. (2020). Kajian Lingkungan Hidup Strategis (Klhs) Pada Rpjmd Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Sangkareang Mataram, 6(4), 30–38.
  5. Ishaq, B. (2019). Daya Dukung Lingkungan Berbasis Keseimbangan Lahan Untuk Mendukung Program Geowisata Di Kawasan Karst Malang Selatan. Malang: Universitas Brawijaya.
  6. Muttaqien, K., Haji, A. T. S., & Sulianto, A. A. (2020). Analisis Kesesuaian Lahan Tanaman Padi Yang Berkelanjutan Di Kabupaten Indramayu. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian Dan Biosistem, 8(1), 48–57.
  7. Putra, A. M., Rahadi, B., & Susanawati, L. D. (2015). Penentuan daya dukung lingkungan berbasis neraca lahan tahun 2013 di Kota Baru. Jurnal Sumber Daya Alam Dan Lingkungan, 2(1), 1–6.
  8. Rahadi, B., Anugroho, F., Nurlaelih, E. E., & Lusiana, N. (2018). Daya Dukung Dan Daya Tampung Untuk Pengelolaan Lingkungan. Malang: Universitas Brawijaya Press (Ub Press).
  9. Rosanti, I. (2020). Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Loteng Sulit Dibendung. Diakses dari https://insidelombok.id.
  10. Susanawati, L. D., Widiatmono, B. R., & Shandy, R. D. (2018). Analisis Neraca Lahan Terhadap Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Di Kabupaten Tuban. Jurnal Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 5(2), 10–17.
  11. Swiader, M., Szewranski, S., & Kazak, J. K. (2020). Świąder, M., Szewrański, S., & Kazak, J. K. (2020). Environmental Carrying Capacity Assessment—the Policy Instrument and Tool for Sustainable Spatial Management. Frontiers in Environmental Science, 8(579838), 1–20.
  12. Zhang, B., DeAngelis, D. L., & Ni, W. M. (2021). Carrying Capacity of Spatially Distributed Metapopulations. Trends in Ecology and Evolution, 36(2), 164–173.