Main Article Content

Abstract

Alih fungsi lahan sawah terus terjadi, padahal beras adalah makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Oleh karena itu pengawasan lahan sawah sangat penting untuk melihat kondisi terkini. Pemanfaatan citra satelit resolusi tinggi untuk memonitor alih fungsi lahan sawah masih perlu  dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alih fungsi sawah dan melihat hubungan antara nilai tukar petani (NTP) khususnya nilai tukar petani sektor pangan (NTPP) dengan alih fungsi lahan sawah. Metode statistik korelasi bivariate pearson digunakan untuk melihat hubungan NTP dengan alih fungsi lahan sawah. Sedangkan untuk melihat luas alih fungsi lahan sawah digunakan metode analisis digitasi. Sejak tahun 2010–2019 terjadi alih fungsi lahan sawah secara signifikan di Kabupaten Bantul seluas 639 ha.  NTP dan NTPP berpengaruh signifikan terhadap alih fungsi lahan sawah. Penyebab rendahnya NTPP adalah harga produksi kian mahal dan harga jual beras/gabah yang murah.

Keywords

nilai tukar petani resolusi tinggi sawah

Article Details

References

  1. Baboo, S. S., & Thirunavukkarasu, S. (2014). Geometric Correction in High Resolution Satellite Imagery using Mathematical Methods: A Case Study in Kiliyar Sub Basin. Journal of Computer Science and Technology, 14(1), 34-40.
  2. Bawono, A. T. (2018). Peningkatan Efisiensi Usaha Tani melalui Model Konsolidasi Corporate Farming. Jurnal Perencanaan, 5, 13–24.
  3. BPS, [Badan Pusat Statistik]. (2017). Kajian Konsumsi Bahan Pokok 2017. Badan Pusat Statistik. Jakarta.
  4. BPS, [Badan Pusat Statistik]. (2019). JK Sampaikan Hasil KSA. https://www.bps.go.id/news/2018/10/24/245/jk-sampaikan-hasil-ksa.html(Accessed Sept 29, 2020).
  5. BPS, [Badan Pusat Statistik]. (2020a). Impor Beras Menurut Negara Asal Utama, 2000–2019. https://www.bps.go.id/statictable/2014/09/08/1043/impor-beras-menurut-negara-asal-utama-2000-2019.html(Accessed Sept 29, 2020).
  6. BPS, [Badan Pusat Statistik]. (2020b). Statistik Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta 2020. Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta.
  7. Dave, C. P., Joshi, R., & Srivastava, S. S. (2015). A Survey on Geometric Correction of Satellite Imagery. International Journal of Computer Applications, 12(116), 0975–8887.
  8. FAO, [Food and Agriculture Organization]. (2009). Land grab or development opportunity?. E.Book. Diakses: http://www.fao.org/3/a-ak241e.pdf. [29 September 2020].
  9. Field, A. (2009). Discovering Statistics Using SPSS (Third Edition). SAGE Publisher. California.
  10. Ichwandi, I. (2014). Membumikan Kebijakan Ketahanan Pangan. Risalah Kebijakan Pertanian Dan Lingkungan, 1(2), 97–104.
  11. Keumala, C. M., & Zainuddin, Z. (2018). Indikator Kesejahteraan Petani melalui Nilai Tukar Petani (NTP) dan Pembiayaan Syariah sebagai Solusi. Jurnal Ekonomi Islam, 1(9), 129–149.
  12. Marshelia, D., Sutrisno, J., & Ferichani, M. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Petani Padi di Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten. Jurnal AGRISTA, 5(1), 163–172.
  13. Nirmala, A. R., Hanani, N., & Muhaimin, A. W. (2016). Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan di Kabupaten Jombang. Jurnal Habitat, 27(2), 66–71.
  14. Parveen, S., Basheer, J., & Praveen, B. (2018). A Literature Review on Land Use Land Cover Changes. IJAR, 6(7), 1–6. https://doi.org/10.21474/IJAR01/7327
  15. Patiung, M. (2018). Analisis Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Bondowoso Tahun 2018. Prosiding Seminar Nasional: Pembangunan Pertanian Dan Peran Pendidikan Tinggi Agribisnis: Peluang & Tantangan Di Era Industri 4.0. Universitas Jember. Jember.
  16. Setiawana, Y., Prasetyo, L. B., Pawitan, H., Liyantono, Syartinilia, & Wijayanto, A. K Permatasari, P. A Syafrudinf, H. A Hakim, P. R. (2018). Pemanfaatan Fusi Data Satelit Lapan-A3/IPB dan Landsat 8 untuk Monitoring Lahan Sawah. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 1(8), 67–76.
  17. Suharyanto, Mahaputra, K., Arya, N. N., & Rinaldi, J. (2016). Faktor Penentu Alih Fungsi Lahan Sawah di Tingkat Rumah Tangga Petani dan Wilayah di Provinsi Bali. Jurnal Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 19(1), 9–22.