RANCANG BANGUN UNIT KONVEYOR PADA MESIN GRADING BIJI PALA (Myristica fragrans houtt)

  • Wahyu Kristian Sugandi Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran
  • Totok Herwanto Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran
  • Mimin Muhaemin Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran
Keywords: biji pala, bucket-conveyor, grading, mesin grading

Abstract

Buah pala (Myristica fragrans houtt) merupakan jenis rempah dengan nilai ekonomi yang tinggi di pasar dunia. Buah pala mampu dimanfaatkan dalam berbagai sektor bidang industri. Petani biji pala di Maluku masih menggunakan sistem tradisional atau manual pada proses pasca panen. Proses pasca panen yang dilakukan yaitu pengkelasan atau grading. Grading manual memiliki kekurangan dari segi waktu, keseragaman, dan ketelitian. Proses grading secara otomatis perlu dilakukan untuk mempermudah petani pala untuk pengkelasan dan meningkatkan hasil produksi biji pala.Tujuan dari penelitian ini untuk merancang bangun unit pembawa (Bucket- Conveyor) mesin grading biji pala dan mengetahui kecepatan maksimum yang dibutuhkan agar kapasitas mesin 500 kg/hari dapat tercapai. Unit pembawa berfungsi untuk menghantarkan biji pala dari unit pengumpan menuju kotak citra dan diteruskan ke pintu pembagi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rekayasa. Proses yang dilakukan yaitu menentukan dasar perancangan, rancangan fungsional, rancangan struktural dan analisis teknik, kemudian dilakukan uji kinerja pada Bucket Conveyor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unit pembawa mesin grading biji pala memiliki dimensi panjang 1800 mm, lebar 300 mm dan tinggi 600 mm. Komponen dari unit pembawa terdiri dari bucket, belt pvc, roller, dan plat pembatas. Hasil pengujian kapasitas unit pengumpan adalah 37,29 kg/jam dengan kecepatan putar puli penggerak sebesar 32 rpm.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Deryanti, T., Ervizal, A.M., & Rinekso, S. (2014). Konservasi pala (Myristica fragrans Houtt) suatu analisis tri stimulus amar pro-konservasi kasus di kabupaten Bogor. Media Konservasi, 19(1), 47–56.

Dinar, Latifa. (2013). Kajian Standar Nasional Indonesia Biji Pala. Jurnal Standardisasi, 15 (2), 83–90.

Horn, B.W., R.L. Greene, & J.W. Dorner. (2000). Inhibition of aflatoxin B1 production by Aspergillus parasiticus using nonaflatoxigenic strains: role of vegetative compatibility. Biological Control, 17, 147–154.

Nurdjanah, N. (2007). Teknologi Pengolahan Pala. Badan Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Litbang Kementrian Pertanian RI.

Parmawati, R., Widodo, P., Budiarti, U., & Handaka. (2006). The role of postharvest machineries and packaging in minimizing aflatoxin contamination in peanut. Indonesian J. Agric. Sci., 7(1), 15–19.

Pusat Data dan Informasi Kementrian Pertanian. (2016). Outlook Pala Komoditas Pertanian. Sekjen Kementrian Pertanian RI.

Singer, F. L., Andrew, P. and Darwin, S. (1995). Kekuatan Bahan (Teori Kokoh_Strenght of Material). Edisi ketiga. Jakarta: Erlangga.

Stefanus, S. (2005). Rever Engineering – Teori dan Aplikasi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Supriadi. (2015). Aflatoxin of Nutmeg the major producer of aflatoxin. Molecular Plant Pathol., 8, 713–722.

Zain, S., Suhadi, U., Sawitri, U., & Ibrahim. (2005). Teknik Penanganan Hasil Pertanian. Bandung: Gratuna.

Published
2020-03-22