PENENTUAN LAJU DEOKSIGENASI DAN REOKSIGENASI SUNGAI MAYANG SEGMEN DESA GARAHAN KRAJAN SAMPAI DESA SUMBERJATI, KECAMATAN SILO, KABUPATEN JEMBER MENGGUNAKAN PERSAMAAN STREETER-PHELPS

  • Sri Wahyuningsih Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember
  • Elida Novita Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember
  • Mardhatillah Arum Annisa Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember
Keywords: laju deoksigenasi, laju reoksigenasi, Streeter-Phelps, sungai Mayang

Abstract

Sungai Mayang merupakan sungai terpanjang di Kabupaten Jember. Sungai Mayang Segmen Desa Garahan Krajan sampai Desa Sumberjati merupakan sungai bagian hulu yang berlokasi dekat dengan pegunungan. Masyarakat sekitar memanfaatkan sungai tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan irigasi pertanian. Bahan pencemar organik dari limbah domestik dan limbah pertanian yang masuk ke sungai dapat menurunkan konsentrasi oksigen terlarut (DO) di sungai yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai. Pengambilan sampel air Sungai Mayang berada di empat titik pantau yaitu MYG01, MYG02, MYG03, dan MYG04 yang menggunakan metode purposive sampling method, kemudian dilakukan analisis kualitas air. Penentuan daya tampung dilakukan dengan menggunakan metode Streeter-Phelps yang bertujuan untuk mengetahui laju deoksigenasi dan laju reaerasi sungai sehingga mampu untuk melakukan purifikasi alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju deoksigenasi dan laju reoksigenasi menggunakan metode Streeter-Phelps. Laju deoksigenasi dan laju reoksigenasi tersebut mempengaruhi perubahan konsentrasi oksigen terlarut pada perairan. Penelitian ini menggunakan data primer dengan mengambil sampel air sungai secara grab sampling pada 4 titik pemantauan. Hasil penelitian Sungai Mayang segmen Desa Garahan Krajan sampai Desa Sumberjati memiliki rata-rata rD sebesar 0,002 mg/L.hari dan rR sebesar 5,49 mg/L.hari. Nilai rD yang lebih kecil dari nilai rR menunjukkan bahwa penambahan oksigen terlarut lebih besar dibandingkan pengurangan oksigen terlarut di dalam perairan sehingga purifikasi alami sungai dapat berlangsung dengan baik. Analisis kualitas air sungai menunjukkan bahwa sungai masih berada di atas ambang batas baku mutu kualitas air sungai kelas II sehingga kualitas air sungai masih bagus dan aman digunakan oleh masyarakat. Selanjutnya hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi penentuan daya dukung sungai.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arbie, R.R., Nugraha, W.D., & Sudarsono. (2015). Studi Kemampuan Self Purification pada Sungai Progo Ditinjau dari Parameter Organik DO dan BOD (Point Source: Limbah Sentra Tahu Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D.I. Yogyakarta). Jurnal Teknik Lingkungan, 4(3), 1-15.

Astono, W. (2010). Penetapan Nilai Konstanta Dekomposisi Organik (Kd) dan Nilai Konstanta Reoksigenasi (Ka) pada Sungai Ciliwung Hulu – Hilir. Jurnal EKOSAINS, 2(1), 40-45.

Ayudina, A. (2017). Penentuan Nilai Koefisien Laju Deoksigenasi Sungai Citarum Segmen Tengah. Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan.

Badan Standardisasi Nasional. (2008). Standar Nasional Indonesia Nomor 06-6989.57, Air dan Air Limbah – Bagian 57: Metoda Pengambilan Contoh Air Permukaan. Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. (2015). Standar Nasional Indonesia 8066, Tata Cara Pengukuran Debit Aliran Sungai dan Saluran Terbuka Menggunakan Alat Ukur Arus dan Pelampung. Jakarta.

Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember. (2007). Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Jember Tahun 2007. Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup. Jember.

Haider, H., Ali, W. & Haydar, S. (2013). A Riview of Dissolved Oxygen and Biochemical Oxygen Demand models for Large rivers. Pakistan Journal of Engineering and Applied Science, 12, 127-142.

Hendriarianti, E. & Karnaningroem, N. (2015). Deoxygenation rate of carbon in upstream brantas river in the city of Malang. Journal of Applied Environmental and Biological Sciences, 5(12), 36–41.

Kahirun, Siwi L.O., Surya R.A., Erif L.O. M., Yasin, A., & Ifrianty. (2019). Indikator Kualitas Air Sungai Dengan Menggunakan Makroinvertebrata di Sungai Wanggu. Ecogreen, 5(1), 63–67.

Kementrian Lingkungan Hidup. (2001). Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kementrian Lingkungan Hidup. Jakarta.

Kementrian Lingkungan Hidup. (2003). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 110 tentang Pedoman Penetapan Daya Tampung Beban Pencemaran Air pada Sumber Air Kementrian Lingkungan Hidup. Jakarta.

Metcalf & Eddy. (2004). Wastewater Engineering, 4th edition. New York: McGraw-Hill.

Rahayu, S., Widodo, R.H., Noordwijk, M.V., Suryadi, I. & Verbist, B. (2009). Monitoring Air di Daerah Alirang Sungai. Bogor: World Agroforestry Centre.

Triatmodjo, B. (2013). Hidrologi Terapan. 3rd ed. Yogyakarta: Beta Offset.

Welch, E. B & T. Lindell. (1980). Ecological Effect of Waste Water. London: Cambridge University Press.

Yustiani, Y.M., Wahyuni, S. & Alfian, M.R. (2018). Investigation on the Deoxygenation rate of water of Cimanuk River Indramayu Indonesia. Rasayan J. Chem, 11(2), 475- 481.

Published
2020-03-23