Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb <p style="text-align: justify;">Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem (e-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1429152403&amp;1&amp;&amp;">2443-1354</a> and p-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1340887333&amp;1&amp;&amp;">2301-8119</a>) contain research results related to agricultural engineering and biosystems. The accepted manuscripts are results of research that have not been previously published and are not under consideration for publishing in other publications. All of the authors&nbsp;are expected to have approved the submission of the manuscript to Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem and agree with the order of the author's names. The author is responsible for the contents of the text. Correspondence regarding the manuscript will be addressed to the correspondence author.</p> <p>For more information, kindly contact our admin through email: jrpb_pstep@unram.ac.id</p> en-US ida.ayuwidhiantari@unram.ac.id (Ida Ayu Widhiantari) diahajengs@unram.ac.id (Diah Ajeng Setiawati) Mon, 28 Sep 2020 00:00:00 +0800 OJS 3.1.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 IMPLEMENTASI PENGELOLAAN IRIGASI BERBASIS LIMA PILAR MODERNISASI IRIGASI DI BATANG ANAI SUMATRA BARAT http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/175 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan letak strategi kebijakan modernisasi irigasi, kebijakan yang diambil berada di Daerah Irigasi Batang Anai. Penyusunan kebijakan modernisasi irigasi ditentukan dengan tempo waktu jangka pendek dan jangka panjang. Data yang ada diolah dengan metode <em>Analytical Hierarchy Proces</em>s (AHP) dan kebijakan yang diambil menggunakan metode SWOT <em>(Strengths Weaknesses Opportunities Threats)</em>. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Daerah Irigasi Batang Anai masuk dalam strategi <em>turn around</em> kuadran III (<em>Opportunities – Weaknesses</em>) untuk sistem pengelolaan irigasi. Sedangkan untuk pilar institusi pemerintah dan sumber daya manusia masuk dalam Strategi defensif kuadran IV (<em>Weaknesses – Threats</em>) SWOT.&nbsp; Kebijakan modernisasi irigasi Daerah Irigasi Batang Anai dimulai dengan ketepatan dan kecepatan respon terhadap kerusakan saluran sesuai dengan operasi dan pemeliharaan yang berlaku. Selain itu, dana operasi dan pemeliharaan yang ada juga harus disesuaikan dengan angka kebutuhan nyata operasi dan pemeliharaan.</p> Suci Ristiyana, Tri Wahyu Saputra, Ika Purnamasari, Sigit Supadmo Arif ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/175 Mon, 28 Sep 2020 14:02:38 +0800 ANALISIS TEKNIK DAN UJI KINERJA REAKTOR KOMPOS PORTABLE (RK TEP-1401) http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/179 <p>Salah satu alat pengolah sampah organik menjadi kompos adalah tangki pengurai atau reaktor sampah. Saat ini Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Progam Studi Teknik Pertanian dan Biosistem telah mengembangkan alat reaktor kompos <em>portable</em> (RK TEP-1401) yang dapat mengolah sampah organik menjadi kompos. Namun, alat tersebut belum diketahui spesifikasinya. Tujuan penelitian ini adalah menghitung kelayakan teknik yang meliputi analisis poros, analisis rangka, analisis bantalan, analisis las, analisis bantalan, dan uji kinerja alat reaktor kompos <em>portable</em> agar diketahui spesifikasi teknisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, yaitu melakukan pengamatan, pengukuran dan perhitungan analisis teknik<em>. </em>Analisis data dilakukan untuk memperoleh data kelayakan mesin dengan membandingkan data hasil perhitungan dan pengukuran aktual. Selain itu, analisis kinerja mesin (meliputi kerapatan kamba, kapasitas teoritis, kapasitas aktual, efisiensi mesin, tingkat getaran dan tingkat kebisingan) juga dilakukan pada penelitian ini. Bahan yang digunakan adalah bahan organik berupa sisa - sisa daun, ranting yang sudah mengering. Hasil perhitungan analisis teknis terhadap alat reaktor kompos <em>portable</em> adalah &nbsp;kapasitas teoritis 1.439,20&nbsp; kg/jam, diameter poros 22 mm, umur nominal bantalan 2139 jam, panjang rantai yang dibutuhkan 0,703 m, lendutan pada rangka 4,03 x 10<sup>-8</sup> mm, dan kekuatan las untuk menopang beban 198,88 N. Sedangkan hasil kinerja alat menunjukkan bahwa kerapatan kamba sampah organik 247,20 kg/m<sup>3</sup>, kapasitas aktual alat 921,6 kg/jam, efisiensi alat 64%, kebutuhan daya aktual 215,94 watt, tingkat kebisingan alat &nbsp;sebesar 62,63 dB, dan tingkat getaran reaktor 4,4 mm/s.</p> Wahyu Kristian Sugandi, Zaida Zaida, Niar Suwiarti ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/179 Mon, 28 Sep 2020 14:15:57 +0800 PENGARUH JENIS KEMASAN DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK JAGUNG MANIS SEGAR (Zea mays L.) http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/180 <p>Jagung manis segar memiliki umur simpan yang pendek, yaitu hanya 2-3 hari jika disimpan pada suhu kamar. Umur simpan yang pendek ini dapat menurunkan kualitas dan nilai ekonomis jagung, sehingga perlu ada upaya untuk mengatasinya. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh jenis kemasan dan suhu penyimpanan terhadap karakteristik fisik jagung manis segar (<em>Zea mays </em>L.) selama penyimpanan. Metode penelitian dilakukan dengan cara menyimpan jagung manis segar di dalam kemasan PP dan PE pada suhu 10 dan 29°C selama 10 hari, kemudian mengukur kadar air, susut bobot, dan kromasitas warna jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air jagung manis segar selama penyimpanan mengalami penurunan. Penggunaan kemasan PP pada suhu 10°C dapat menghambat penguapan kadar air jagung manis, sehingga kehilangan kadar air lebih kecil sebesar 24,75% jika dibandingkan dengan kemasan PE sebesar 25,81%. Susut bobot tertinggi terjadi pada suhu penyimpanan 29°C tanpa kemasan sebesar 44,71% dan susut bobot terendah sebesar 26,77% terjadi pada suhu penyimpanan 10°C menggunakan kemasan PP. Warna jagung manis semakin pudar seiring dengan lamanya penyimpanan. Jenis kemasan PP pada suhu penyimpanan 10°C dapat mempertahankan kesegaran jagung manis segar selama penyimpanan.</p> Ansar Ansar, Murad Murad, Sukmawaty Sukmawaty, Sarmini Wati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/180 Mon, 28 Sep 2020 14:30:00 +0800 ANALISIS VARIABILITAS SPASIAL HUJAN BULANAN DAN TAHUNAN MENGGUNAKAN HISTOGRAM, VORONOI, DAN METODE INTERPOLASI http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/182 <p>Analisa variabilitas spasial digunakan untuk mempelajari variablitas hujan yang diterima pada luasan tertentu. Analisis tersebut juga dapat digunakan untuk menentukan kalender tanam,&nbsp; mitigasi banjir, kekeringan, dan potensi bencana hidro-meteorologi terkait. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabilitas spasial hujan bulanan dan tahunan di wilayah Kabupaten Jombang, Kediri, dan Nganjuk. Data diperoleh dari 137 stasiun hujan dengan panjang rekaman data dari tahun 1990 sampai dengan 2016. Tahap penelitian mencakup: (1) pengolahan data, (2) <em>Exploratory Spatial Data Analysis (ESDA) </em>menggunakan<em> tool histogram, Voronoi-map dan Normal QQ-plot,</em> (3) interpolasi, dan 4) analisis regresi-korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa data hujan yang digunakan tidak terdistribusi normal. Nilai standar deviasi 126,9 mm untuk hujan bulanan dan 629,1 mm untuk hujan tahunan. Peta tematik menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah penelitian menerima hujan bulanan maksimum 621 – 760 mm/bulan, dan mengalami hujan tahunan maksimum 2.178 – 3.202 mm/tahun. Analisis korelasi regresi menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara ketinggian tempat dengan besarnya hujan yang diterima.</p> Rufiani Nadzirah, Rafika Yulfia PIR, Indarto Indarto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/182 Mon, 28 Sep 2020 14:45:47 +0800 PENGEMBANGAN LISTRIK TENAGA BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA UNTUK DAERAH TERPENCIL DI INDONESIA http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/187 <p>Kesenjangan ketersediaan listrik antara daerah perkotaan dan terpencil merupakan salah satu masalah yang harus diselesaikan. Sebagian daerah terpencil menyediakan listrik swadaya menggunakan generator diesel. Salah satu potensi energi terbarukan yang dapat dieksploitasi adalah pemanfaatan biogas dari limbah peternakan sebagai bahan bakar genset. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan potensi genset tenaga biogas skala rumah tangga sebagai salah satu solusi yang menjanjikan untuk melistriki daerah atau pulau terpencil di Indonesia. Sebagai teknologi yang sudah mapan, teknologi biogas menawarkan berbagai keuntungan sebagai sumber energi terbarukan. Teknologi biogas juga menawarkan produk samping berupa pupuk organik yang berkualitas tinggi. Genset berbahan bakar biogas skala rumah tangga dapat dimodifikasi dari genset berbahan bakar bensin berukuran kecil yaitu dengan menambahkan jalur biogas pada karburator mesin. Hasil kajian menunjukkan bahwa genset skala rumah tangga berbahan bakar biogas merupakan salah satu alternatif pilihan yang baik untuk pengembangan listrik di wilayah terpencil. Manfaat maksimal diperoleh melalui sistem terintegrasi yang memadukan kegiatan kebun/pertanian, peternakan, dan penyediaan listrik biogas. Tingginya investasi pembuatan digester dan harga genset biogas serta tidak adanya insentif bagi listrik biogas merupakan kendala yang perlu diatasi dengan melibatkan para pemangku kepentingan. <em>&nbsp;</em></p> Agus Haryanto, Sugeng Triyono, Mareli Telaumbanua, Dwi Cahyani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/187 Mon, 28 Sep 2020 14:59:21 +0800 ASSESSMENT OF WORK POSTURES ON NON-MECHANICAL RICE HARVESTING (CASE STUDIES IN BANTUL AND SLEMAN DISTRICTS, DIY PROVINCE) http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/194 <p>Rice harvesting is a high ergonomic risk due to the working position, an awkward posture, and the repetition activity. Rice harvesting causes body pain in the part of low back, hand, and wrist. This study aims to (1) identify the characteristics of non-mechanical rice harvesting; (2) determine the working posture of rice harvesters using the Ovako Working Assessment System (OWAS) method, Quick Exposure Checklist (QEC), Rapid Entire Body Assessment (REBA), Postural Ergonomics Risk Assessment (PERA); and (3) determine the best method to assess harvesters work posture. An observation was conducted to nine of healthy workers in Bantul and Sleman districts, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) province. The questionnaire was set to collect respondent demographics data. Data for harvester body posture (neck, trunk, leg, wrist, lifting load, shoulder) repetition, duration and force were collected by observation in the field. A sickle was used to cut rice straw, while a manual <em>gepyok</em> and mobile hand thresher was used to threshing rice panicles. Four methods were applied to assess the work posture, <em>i.e.</em>, OWAS, QEC, REBA, PERA methods. Based on observation, five workstations were identified: (1) cutting rice straw, (2) transporting rice straw, (3) threshing of panicles, (4) sorting, and (5) packaging and transporting. REBA and PERA showed a similar trend of the ergonomic risk, high to low risk took place in workstation transporting rice straw, packaging and transporting, cutting, and threshing. The assessment of work posture that is most suitable for non-mechanical harvesting methods was the REBA method with an accuracy of 92.9%.</p> Guntarti Tatik Mulyati, Muhammad Maksum, Bambang Purwantana, Makhmudun Ainuri ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/194 Mon, 28 Sep 2020 15:15:53 +0800 REDESAIN ALAT ANGKUT (MATERIAL HANDLING) THIN BROWN CREPE (TBC) UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA (Studi Kasus pada Pengolahan Karet di PTPN XII Sumber Tengah, Jember) http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/189 <p>Karet adalah komoditas ekspor yang memberikan kontribusi bagi negara dalam meningkatkan mata uang asing di Indonesia. PTPN XII Sumber Tengah merupakan salah satu industri yang bergerak dalam pengolahan lateks. Pada PTPN XII Sumber Tengah masih ada pekerjaan yang dilakukan secara manual, salah satunya pada bagian pengangkutan <em>Thin Brown Crepe</em> (TBC). Pemindahan TBC ke alat angkut beroda dua dilakukan dengan cara meletakkan TBC di atas kepala dengan jarak pengangkutan 70 m. Aktivitas ini menyebabkan pekerja mengalami kelelahan dan sering mengeluhkan rasa sakit pada bagian bahu, punggung, pinggang dan bagian tubuh lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang desain alat angkut berdasarkan prinsip antropometri. Perancangan ulang ditujukan agar pekerja dapat bekerja dengan nyaman, sehingga keluhan berkurang, produktivitas meningkat, tingkat kesalahan yang terjadi berkurang, dan meminimalisir ongkos <em>material handling</em>. Pengambilan data dilakukan dengan 3 cara, yaitu metode wawancara, kuesioner, dan pengukuran langsung. Data antropometri yang diperoleh kemudian menjadi dasar desain alat angkut TBC yang paling sesuai terhadap postur tubuh pekerja. Kemudian dilakukan pengujian terhadap keluhan pekerja, produktivitas, tingkat kesalahan, dan lama waktu pengangkutan. Hasil penelitian menunjukkan, keluhan pada pekerja yang menggunakan alat angkut TBC di PTPN XII Sumber Tengah menurun, produktivitas meningkat menjadi 116%, dan tingkat kesalahan menurun. Kapasitas pengangkutan menjadi lebih banyak, sebelum dilakukan perancangan kapasitas sebesar 150 kg dan sesudah dilakukan perancangan sebesar 300 kg. Setelah dilakukan perancangan, efisiensi ongkos perpindahan menjadi sebesar 3,2%, sehingga perusahaan dapat menghemat biaya ongkos perpindahan TBC sebesar Rp 8,62 per menit.</p> Ida Bagus Suryaningrat, Rifdah Atikah, Nita Kuswardhani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/189 Mon, 28 Sep 2020 15:21:38 +0800 PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI LAJU PENGERINGAN PADA IRISAN WORTEL (Daucus carota) BERBASIS REGRESI LINIER BERGANDA (RLB) DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST) http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/191 <p>Pengeringan merupakan proses pengurangan kadar air akibat dari perpindahan panas dan massa air. Wortel (<em>Daucus carota</em>) merupakan salah satu bahan yang sering dikeringkan untuk tambahan sajian makanan instan dan laju pengeringan nya menjadi bagian penting untuk dikaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi ketebalan irisan wortel dan mengembangkan model prediksi terhadap laju pengeringan. Sampel penelitian berupa irisan wortel segar pada ketebalan 2 mm, 4 mm, dan 6 mm dengan kadar air sebesar 90,72%. Waktu pengukuran setiap 0,5 jam selama 5,5 jam pengeringan dengan tiga kali ulangan. Hasil uji sidik ragam satu arah dan DMRT menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tiap ketebalan irisan wortel terhadap laju pengeringan dengan tingkat signifikansi 99%. Terdapat dua model prediksi yang dikembangkan, yaitu model regresi linier berganda (RLB) dan model jaringan syaraf tiruan (JST). Pelatihan dan validasi model RLB menghasilkan nilai RMSE sebesar 10,622 dan 10,409 kemudian nilai R<sup>2</sup> sebesar 0,660 dan 0,640. Sedangkan pelatihan dan validasi model JST menghasilkan nilai RMSE sebesar 1,237 dan 2,099 kemudian nilai R<sup>2</sup> sebesar 0,996 dan 0,992.</p> Tri Wahyu Saputra, Sri Waluyo, Andrie Septiawan, Suci Ristiyana ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/191 Mon, 28 Sep 2020 15:31:34 +0800 APLIKASI METODE ANALISIS SWOT UNTUK MERUMUSKAN STRATEGI PEMANFAATAN MEKANISASI PERTANIAN DI KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/195 <p>Kabupaten Kapuas Hulu berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Lokasi tersebut memiliki potensi pengembangan pertanian yang besar, tetapi belum dikelola secara optimal. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian berupaya untuk mengembangkan pertanian di Kabupaten Kapuas Hulu dengan meningkatkan jumlah bantuan alat dan mesin pertanian yang mencapai 293% sampai dengan 2018. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi implementasi mekanisasi pertanian berdasarkan aspek <em>resources, government policy, social, technology, economy, </em>dan <em>natural resources</em> untuk melengkapi <em>gap</em> penelitian sebelumnya<em>.</em> Metode yang digunakan adalah analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan optimasi kerjasama dengan bidang akademik, seperti melibatkan mahasiswa PKL (Praktek Kerja Lapangan) dalam kegiatan penyuluhan. Hal ini bertujuan untuk mencukupi kekurangan penyuluh di Kabupaten Kapuas Hulu.</p> Erniati Erniati, Mohammad Solahudin, Panus Lulung, Intan Kusuma Wardani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/195 Mon, 28 Sep 2020 15:40:49 +0800 ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK AGROINDUSTRI TEMPE DI KECAMATAN SUKAMULIA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/190 <p>Pengolahan tempe adalah salah satu produk agroindustri yang potensial untuk dikembangkan karena sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dijadikan untuk memproduksi tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain. Agroindustri tempe di Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat memberikan dampak ekonomi terhadap pelaku usaha dikarenakan pasar yang ada masih terbuka lebar. Kegiatan agroindustri dipengaruhi oleh biaya produksi. Penggunaan biaya produksi bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada kedelai menjadi tempe dan meningkatkan pendapatan dan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai tambah produk agroindustri tempe dengan metode Hayami. Perhitungan analisis nilai tambah dengan model Hayami menggunakan tiga variable yaitu 1) output input dan harga; 2) penerimaan dan keuntungan dan 3) margin. Dari hasil analisis diperoleh biaya yang dikeluarkan untuk satu kali siklus produksi tempe adalah Rp. 146.000 dan pendapatan yang diperoleh dalam satu kali siklus produksi Rp. 160.000. Nilai tambah yang diperoleh pengusaha agroindustri tempe yaitu Rp.6.160 per kilogram dengan total produksi tempe 16 kilogram dalam satu kali proses produksi.</p> Agriananta Fahmi Hidayat, Surya Abdul Muttalib ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/190 Mon, 28 Sep 2020 15:58:27 +0800 PENGEMBANGAN ALAT PENCETAK PIRING PELEPAH PINANG (Areca catechu L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/185 <p>Peningkatan kesadaran akan dampak lingkungan yang terkait dengan produksi dan penggunaan piring plastik memunculkan gagasan untuk memproduksi piring ramah lingkungan dari bahan alami, seperti pelepah pinang (<em>Areca catechu</em> L.). Untuk membuat piring dari pelepah pinang dibutuhkan alat pencetak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas alat pencetak dengan menggunakan Metode QFD. Metode ini terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) Perencanaan Produk, (2) Perencanaan Teknik, (3) Perencanaan Proses, dan (4) Perencanaan Produksi. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan pelanggan dihasilkan daftar lima prioritas kebutuhan pelanggan, yaitu: (1) tidak melelahkan, (2) tidak berkarat, (3) rangka kompak, kokoh dan stabil, (4) ergonomis, dan (5) cetakan yang dapat diganti. Terdapat lima karakteristik kualitas untuk memenuhi lima kebutuhan pelanggan, yaitu: (1) pengepres otomatis, (2) sasis ergonomis, (3) bahan cetakan tidak berkarat, (4) sasis kaku dan kuat, dan (5) desain minimalis. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan keempat fase Metode QFD alat pencetak piring dari pelepah pinang yang memenuhi kebutuhan pelanggan telah berhasil dikembangkan.</p> Sahrial Hafids, Yernisa Yernisa ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/185 Mon, 28 Sep 2020 00:00:00 +0800