Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb <p style="text-align: justify;">Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem (e-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1429152403&amp;1&amp;&amp;">2443-1354</a> and p-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1340887333&amp;1&amp;&amp;">2301-8119</a>) contain research results related to agricultural engineering and biosystems. The accepted manuscripts are results of research that have not been previously published and are not under consideration for publishing in other publications. All of the authors&nbsp;are expected to have approved the submission of the manuscript to Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem and agree with the order of the author's names. The author is responsible for the contents of the text. Correspondence regarding the manuscript will be addressed to the correspondence author.</p> <p>For more information, kindly contact our admin through email: jrpb_pstep@unram.ac.id</p> Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) en-US Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem 2301-8119 PENENTUAN TINGKAT BAHAYA EROSI DI WILAYAH DAS BEDADUNG KABUPATEN JEMBER http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/122 <p>Kondisi perkembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Kabupaten Jember untuk saat ini perlu dievaluasi karena kondisinya sudah rusak mulai dari tahun 1999. Hal ini dapat menimbulkan bencana alam di kawasan DAS seperti tanah longsor, erosi dan banjir yang memakan korban jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya tingkat bahaya erosi yang dipengaruhi oleh beberapa nilai parameter erosi menggunakan metode <em>Revised Universal Soil Loss Equation </em>(RUSLE) di DAS Bedadung. Data input yang digunakan pada penelitian ini yaitu curah hujan tahun 2004 - 2014, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan RBI tahun 2014, dan data <em>Digital Elevation Model </em>(DEM) dari ASTER-GDEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai parameter erosivitas hujan (R) DAS Bedadung rata-rata 1708,70 MJ.cm/tahun. Parameter erodibilitas tanah (K) didominasi jenis tanah latosol dengan nilai K sebesar 0,26. Parameter panjang dan kemiringan lereng (LS) didominasi kelas datar yaitu dengan besar kemiringan 0-8%. Parameter vegetasi penutupan lahan dan pengelolaan tanah (CP) didominasi sawah irigasi dengan nilai CP sebesar 0,02. Laju erosi DAS Bedadung sebesar 160,57 ton/ha.tahun, laju erosi ini termasuk pada kondisi sedang. Tingkat bahaya erosi pada DAS Bedadung didominasi pada tingkat sangat rendah yaitu besar erosi berkisar 0-15 (ton/ha.tahun) atau 62,20% dari luas wilayahnya.</p> Idah Andriyani Sri Wahyuningsih Rosalina Sekar Arumsari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-03-24 2020-03-24 8 1 1 11 10.29303/jrpb.v8i1.122 APLIKASI PENGOLAHAN CITRA UNTUK PROSES SORTASI BUAH MANGGA BERDASARKAN DIMENSI DAN BOBOT http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/151 <p>Mangga memiliki ukuran dan bobot yang berbeda. Terkadang para petani masih menggunakan cara manual dalam membedakan mutu mangga. Cara manual sering kali tidak akurat dan konsisten dikarenakan setiap manusia memiliki persepsi masing-masing. Berdasarkan masalah tersebut telah dirancang sebuah mesin sortasi mangga menggunakan teknik pengolahan citra. Penelitian ini dimulai dari pengumpulan informasi parameter mutu buah mangga serta mempelajari konsep pengolahan citra dalam proses penentuan mutu dan sortasi buah. Penelitian ini hanya difokuskan pada parameter dimensi dan bobot. Pengelompokan buah mangga menggunakan bobot dilakukan berdasarkan statistik sampel buah mangga yang digunakan. Mangga dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu A, B, dan C. Kelompok A dengan bobot mangga lebih besar dari 350 g, B dengan bobot mangga antara 200 g – 350 g, dan C dengan bobot kurang dari 200 g. Ruang pengambilan citra didesain tertutup dan dilengkapi sistem akuisisi citra menggunakan webcam dengan resolusi 3 Megapixel sehingga mampu menghasilkan citra sebesar 352 x&nbsp; 288 pixel. Citra dipetakan ke dalam koordinat dua dimensi yang setiap titiknya terdiri dari satu pixel menggunakan komponen frame grabber.&nbsp; Pengujian menggunakan sampel mangga sejumlah 100 kg secara acak. Berdasarkan hasil pengujian hubungan jumlah pixel terhadap luas permukaan buah mangga diperoleh bahwa algoritma pengolahan citra yang dibuat telah mampu menduga luas permukaan mangga dengan R<sup>2</sup> sebesar 0,99 dan nilai RSME sebesar 0,19 cm<sup>2</sup>. Hasil pengujian korelasi dimensi dan bobot mangga menunjukkan terdapat hubungan yang berbanding lurus. Meskipun demikian, pendugaan bobot dengan metode ini dapat dikatakan memiliki hasil&nbsp; R<sup>2</sup> hanya sebesar 0,76 dan nilai RSME sebesar 26,53 g.</p> Setya Permana Sutisna Roy Waluyo Fahmi Aldiansyah Mamat Rahmat ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-03-22 2020-03-22 8 1 12 19 10.29303/jrpb.v8i1.151 KOMPARASI TIGA MODEL INFILTRASI PADA LAHAN PERTANIAN DAN AGROFORESTRI DI DAS MERAWU – BANJARNEGARA http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/157 <p>Daerah Aliran Sungai (DAS) Merawu di Banjarnegara terancam kelestarian lingkungannya karena erosi dan longsor. Tanah di DAS ini merupakan tanah vulkanik yang tebal dan subur. Ancaman erosi dan longsor muncul karena tanah berada pada lahan miring, intensitas hujan tinggi, dan penutupan lahan yang rendah. Erosi dan longsor sangat berkaitan dengan proses masuknya air ke dalam tanah (infiltrasi). Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tiga model infiltrasi (Horton, Philip, Kostiakov) dalam memprediksi kecepatan proses masuknya air ke dalam tanah pada dua penggunaan lahan yang berbeda di DAS Merawu. Sampel tanah dan pengukuran laju infiltrasi dilakukan pada demplot: i) lahan pertanian dan ii) agrofotesri dengan masing-masing luas 0,1 Ha. Titik pengambilan sampel tanah dan pengukuran infiltrasi ditetapkan berdasarkan metode <em>purposive sampling</em> yang mewakili lereng bagian atas, tengah dan bawah, masing-masing sejumlah 3 titik, sehingga total ada 18 titik sampel. Pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan menggunakan alat <em>Double Ring Infiltrometer</em>. Evaluasi model menggunakan parameter statistik MAE, Bias, dan RMSE. Penelitian ini menunjukkan bahwa tanah pada demplot pertanian dan agroforestri adalah jenis Latosol dengan kelas tekstur <em>Sandy Loam</em>, struktur granuler, berat jenis 1,74 – 1,92 g.cm<sup>-3</sup>, berat volume 0,48 – 0,60 g.cm<sup>-3</sup>, porositas 69 – 72%, dan kandungan bahan organik 3,6-7,5%. Laju infiltrasi pada lahan pertanian dengan model Horton, Phillip, dan Kostiakov secara berturut-turut, yaitu 340 mm.jam<sup>-1</sup>, 385 mm.jam<sup>-1</sup> dan 390 mm.jam<sup>-1</sup>. Sedangkan pada agroforestri, dengan urutan yang sama: 254 mm.jam<sup>-1</sup>, 337 mm.jam<sup>-1</sup>, dan 435 mm.jam<sup>-1</sup>. Berdasarkan nilai MAE dan RMSE, model infiltrasi Horton lebih baik dalam memprediksi laju infiltrasi pada lahan pertanian dan agroforestri.</p> Ngadisih Ngadisih Hatma Suryatmojo M. Chrisna Satriagasa Maya Annisa Cahyo Kumolo ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-03-24 2020-03-24 8 1 20 32 10.29303/jrpb.v8i1.157 UJI KINERJA SISTEM KONTROL UNTUK PENGENDALIAN SUHU PADA ALAT PENGERING BIJI-BIJIAN BERBASIS FUZZY LOGIC http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/161 <p>Mesin pengering hasil pertanian akan baik jika dirancang berbasiskan logika <em>fuzzy</em> untuk menunjukkan hasil pengembangan maka sistem kontrol <em>fuzzy logic </em>diterapkan pada mesin pengering hasil pertanian tipe <em>batch</em>. Penelitian ini bertujuan menghasilkan <em>&nbsp;prototype</em> alat pengering hasil pertanian&nbsp; menggunakan&nbsp; sistem&nbsp; kontrol&nbsp; <em>fuzzy logic </em>dan&nbsp; mengetahui cara penerapan <em>fuzzy logic </em>pada alat pengering tipe <em>batch</em>. Penelitian ini menerapkan metode <em>hybrid</em> (himpunan <em>fuzzy</em> dan <em>crisp</em>ntuk mendesain kaidah-kaidah logika <em>fuzzy</em> kemudian mengonversi sinyal kontrol menjadi sinyal yang dapat digunakan untuk menggerakkan aktuator mesin. Hasil penelitian&nbsp; menunjukkan&nbsp; bahwa penerapan sistem kontrol <em>fuzzy logic </em>pada alat pengering biji-bijian tipe batch menunjukkan kinerja lebih baik, tidak terjadi <em>overshoot</em>, dan mampu menghemat penggunaan energi gas LPG selama proses pengeringan. Jumlah daya yang digunakan sistem kontrol selama proses pengujian dilakukan yaitu 304.760 (Watt.jam).</p> Dwi Santoso Abdul Waris ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-03-24 2020-03-24 8 1 33 39 10.29303/jrpb.v8i1.161 RANCANG BANGUN UNIT KONVEYOR PADA MESIN GRADING BIJI PALA (Myristica fragrans houtt) http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/164 <p>Buah pala (<em>Myristica fragrans houtt</em>) merupakan jenis rempah dengan nilai ekonomi yang tinggi di pasar dunia. Buah pala mampu dimanfaatkan dalam berbagai sektor bidang industri. Petani biji pala di Maluku masih menggunakan sistem tradisional atau manual pada proses pasca panen. Proses pasca panen yang dilakukan yaitu pengkelasan atau <em>grading. Grading </em>manual memiliki kekurangan dari segi waktu, keseragaman, dan ketelitian<em>. </em>Proses <em>grading </em>secara otomatis perlu dilakukan untuk mempermudah petani pala untuk pengkelasan dan meningkatkan hasil produksi biji pala.Tujuan dari penelitian ini untuk merancang bangun unit pembawa (<em>B</em><em>ucket- Conveyor</em>) mesin <em>grading </em>biji pala dan mengetahui kecepatan maksimum yang dibutuhkan agar kapasitas mesin 500 kg/hari dapat tercapai. Unit pembawa berfungsi untuk menghantarkan biji pala dari unit pengumpan menuju kotak citra dan diteruskan ke pintu pembagi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rekayasa. Proses yang dilakukan yaitu menentukan dasar perancangan, rancangan fungsional, rancangan struktural dan analisis teknik, kemudian dilakukan uji kinerja pada <em>Bucket Conveyor.</em> Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unit pembawa mesin <em>grading </em>biji pala memiliki dimensi panjang 1800 mm, lebar 300 mm dan tinggi 600 mm. Komponen dari unit pembawa terdiri dari <em>bucket</em>, <em>belt pvc</em>, <em>roller</em>, dan plat pembatas. Hasil pengujian kapasitas unit pengumpan adalah 37,29 kg/jam dengan kecepatan putar puli penggerak sebesar 32 rpm.</p> Wahyu Kristian Sugandi Totok Herwanto Mimin Muhaemin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-03-22 2020-03-22 8 1 40 47 10.29303/jrpb.v8i1.164 ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PADI YANG BERKELANJUTAN DI KABUPATEN INDRAMAYU http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/168 <p>Kabupaten Indramayu memiliki luas lahan 209.942 ha yang terdiri atas 115.897 ha lahan sawah, 56.937 ha lahan bukan sawah, dan 37.108 ha lahan bukan pertanian. Namun dalam pemanfaatan lahan pertanian petani di Kabupaten Indramayu masih memerlukan arahan dalam penggunaan lahan yang tepat karena perilaku petani yang belum memperhatikan kesesuaian lahan dan kebijakan pemerintah tentang intensifikasi pertanian terhadap lahan sawah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dan menggunakan proses pencocokan (<em>matching</em>) data kondisi wilayah dengan kriteria kelas kesesuaian lahan yang disusun dengan <em>Arc GIS</em> 10.3. Adapun parameter yang diamati adalah karakteristik wilayah (iklim, kesuburan tanah dan topografi) dan kriteria pertanian berlanjutan (ketersediaan air) untuk tanaman padi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan dan keberlanjutan pertanian tanaman padi di Kabupaten Indramayu. Hasil analisis kelas kesesuaian lahan tanaman padi yang berkelanjutan di Kabupaten Indramayu dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan, didapatkan hasil dengan luas lahan yang sangat sesuai (S1) sebesar 92.419 ha, cukup sesuai (S2) 7.654 ha, sesuai marginal (S3) 15.824 ha dan tidak sesuai (N) seluas 0.</p> Khaerul Muttaqien Alexander Tunggul Sutan Haji Akhmad Adi Sulianto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-03-24 2020-03-24 8 1 48 57 10.29303/jrpb.v8i1.168 RANCANG BANGUN PROTOTIPE SALURAN IRIGASI SKALA LABORATORIUM http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/169 <p>Pengukuran debit di saluran irigasi dapat dilakukan dengan alat ukur debit berupa bangunan&nbsp; ukur, <em>current meter</em> dan&nbsp; pelampung. Pengukuran debit mengunakan bangunan ukur ini bertujuan untuk efisiensi pengelolaan air irigasi di tingkat petani. Jenis bangunan ukur yang sering digunakan adalah bangunan ukur ambang lebar dan ambang tajam. Betuk bangunan ukur ambang tajam&nbsp; terdiri dari&nbsp; segitiga, trapesium dan segi empat. Berdasarkan uraian tersebut, prototipe saluran irigasi skala laboratorium dilengkapi dengan bangunan ukur ambang tajam segi empat di bagian ujung saluran untuk simulasi dan percobaan pengukuran debit. Tujuan dari penelitian ini adalah rancang bangun prototipe saluran irigasi, uji fungsional dan uji kinerja protipe saluran irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe saluran irigasi berfungsi dengan baik dan dapat digunakan untuk percobaan pengukuran debit. Uji kinerja prototipe saluran&nbsp; irigasi menunjukkan bahwa bak volumetrik sangat akurat untuk pengukuran debit aktual dengan R<sup>2</sup> = 0,999. Sementara itu rata-rata koefisien kalibrasi pengukuran debit menggunakan persamaan <em>Kinsvater-carter&nbsp; </em>adalah 0,868 dan persamaan umum adalah 0,983.</p> Suhardi Suhardi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-03-21 2020-03-21 8 1 58 70 10.29303/jrpb.v8i1.169 KAJIAN RASIO REFLUKS PADA ISOLASI BEBERAPA SENYAWA MINYAK NILAM (Pogostemon cablin Benth) DENGAN METODE DISTILASI FRAKSINASI http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/160 <p>Minyak nilam yang dihasilkan oleh petani umumnya masih memiliki kualitas yang rendah dikarenakan teknik penanganan panen dan pascapanen yang kurang tepat. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan mutu minyak nilam dengan menggunakan metode distilasi fraksinasi. Distilasi fraksinasi merupakan proses pemisahan komponen berdasarkan titik didih senyawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio refluks terhadap kondisi proses distilasi fraksinasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga variabel, yaitu rasio refluks 20:1, 30:1 dan 40:1 dengan pengulangan sebanyak dua kali, serta diatur untuk menghasilkan 5 fraksi (<em>cut</em>) pada masing variabel. Parameter yang diukur meliputi bobot jenis, indeks bias, rendemen proses, massa residu, massa hilang dan total lama waktu distilasi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan refluks memberikan pengaruh terhadap kondisi operasi dimana semakin besar rasio refluks yang digunakan maka waktu yang dibutuhkan untuk distilasi fraksinasi juga semakin lama. Kondisi operasi optimal diperoleh pada rasio refluks 20:1. Perolehan lama waktu dan rendemen proses secara berturut adalah 10,9 jam dan 93%. Rasio refluks 20:1 dinilai lebih efisien karena waktu fraksinasi yang lebih singkat serta mampu menghasilkan rendemen yang tinggi.</p> Irene June Sidabutar Asri Widyasanti Sarifah Nurjanah Bambang Nurhadi Tita Rialita Elazmanawati Lembong ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-03-22 2020-03-22 8 1 71 78 10.29303/jrpb.v8i1.160 PENENTUAN LAJU DEOKSIGENASI DAN REOKSIGENASI SUNGAI MAYANG SEGMEN DESA GARAHAN KRAJAN SAMPAI DESA SUMBERJATI, KECAMATAN SILO, KABUPATEN JEMBER MENGGUNAKAN PERSAMAAN STREETER-PHELPS http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/156 <p>Sungai Mayang merupakan sungai terpanjang di Kabupaten Jember. Sungai Mayang Segmen Desa Garahan Krajan sampai Desa Sumberjati merupakan sungai bagian hulu yang berlokasi dekat dengan pegunungan. Masyarakat sekitar memanfaatkan sungai tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan irigasi pertanian. Bahan pencemar organik dari limbah domestik dan limbah pertanian yang masuk ke sungai dapat menurunkan konsentrasi oksigen terlarut (DO) di sungai yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai. Pengambilan sampel air Sungai Mayang berada di empat titik pantau yaitu MYG01, MYG02, MYG03, dan MYG04 yang menggunakan metode <em>purposive sampling method</em>, kemudian dilakukan analisis kualitas air. Penentuan daya tampung dilakukan dengan menggunakan metode <em>Streeter-Phelps</em> yang bertujuan untuk mengetahui laju deoksigenasi dan laju reaerasi sungai sehingga mampu untuk melakukan purifikasi alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju deoksigenasi dan laju reoksigenasi menggunakan metode <em>Streeter-Phelps</em>. Laju deoksigenasi dan laju reoksigenasi tersebut mempengaruhi perubahan konsentrasi oksigen terlarut pada perairan. Penelitian ini menggunakan data primer dengan mengambil sampel air sungai secara <em>grab sampling </em>pada 4 titik pemantauan. Hasil penelitian Sungai Mayang segmen Desa Garahan Krajan sampai Desa Sumberjati memiliki rata-rata rD sebesar 0,002 mg/L.hari dan rR sebesar 5,49 mg/L.hari. Nilai rD yang lebih kecil dari nilai rR menunjukkan bahwa penambahan oksigen terlarut lebih besar dibandingkan pengurangan oksigen terlarut di dalam perairan sehingga purifikasi alami sungai dapat berlangsung dengan baik. Analisis kualitas air sungai menunjukkan bahwa sungai masih berada di atas ambang batas baku mutu kualitas air sungai kelas II sehingga kualitas air sungai masih bagus dan aman digunakan oleh masyarakat. Selanjutnya hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi penentuan daya dukung sungai.</p> Sri Wahyuningsih Elida Novita Mardhatillah Arum Annisa ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-03-23 2020-03-23 8 1 79 88 10.29303/jrpb.v8i1.156 SIFAT FISIK DAN MEKANIS LEMBARAN KERING SELULOSA BAKTERI BERBAHAN DASAR LIMBAH HASIL PERTANIAN http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/170 <p>Bioselulosa (BS) terutama selulosa bakteri, tingkat kemurniannya tergantung dari bahan baku pembuatan BS, metode pemurnian dan proses asetilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bahan limbah pertanian dan metode pemurnian yang tepat untuk mendapatkan karakteristik BS kering dengan sifat fisik dan mekanis sesuai dengan standar bahan plastik mudah terurai (<em>biodegradable</em>). Penelitian dilaksanakan melalui percobaan di laboratorium. Percobaan ditata menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah bahan baku selulosa bakteri, yang terdiri atas 3 aras, yaitu 1). Sumber C dari air kelapa, 2). <em>Whey</em> tahu dan 3). Kulit dan bongkol nenas. Faktor kedua adalah metode pemurnian BS dengan 2 aras perlakuan, yaitu 1). Hidrolisis BS dengan NaOH 0,1% bertemperatur 100<em>°</em>C selama 30 menit dan 2). Hidrolisis BS dengan NaOH 0,1% bertemperatur 30<em>°</em>C selama 24 jam. Data dianalisis menggunakan analisis keragaman pada taraf nyata 5 persen dan uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata yang sama. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sifat fisik dan mekanis BS kering tidak dipengaruhi oleh interaksi antara jenis bahan baku BS dan metode pemurnian. Bahan baku BS kering yang dibuat dari air kelapa limbah pembuatan kopra memiliki sifat fisik dan mekanis yang terbaik dengan warna coklat krem, permukaan halus, sedikit kerutan, ketebalan dan rendemen berturut turut sebesar 0,11 cm dan 5,35%, serta kuat tarik 74,40 MPa, elongasi 7,36% dan modulus Young 2664,16. Pemurnian BS denganNaOH 0,1% bertemperatur 100<em>°</em>C selama 30 menit menghasilkan BS kering dengan sifat fisik dan mekanis yang lebih baik dibandingkan dengan NaOH 0,1% bertemperatur 30<em>°</em>C 24 jam.</p> I Wayan Sweca Yasa Eko Basuki Satrijo Saloko Dody Handito ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-03-23 2020-03-23 8 1 89 99 10.29303/jrpb.v8i1.170 EKSTRAKSI SENYAWA FENOLIK DARI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) UNTUK AGEN ANTI-BIOFOULING PADA MEMBRAN http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/165 <p>Bawang putih mengandung beberapa zat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, salah satunya yaitu senyawa fenol. Senyawa fenol pada bawang putih memiliki peranan penting sebagai zat antibakteri yang dapat diproses selanjutnya sebagai agen antibiofouling membran. Metode ekstraksi yang tepat seperti kombinasi <em>Microwave-Assisted Extraction</em> (MAE) dan maserasi digunakan untuk mendapatkan senyawa fenol pada bawang putih. Namun demikian variasi rasio bahan dan pelarut serta lama waktu ekstraksi yang sesuai perlu diperhatikan dengan menggunakan kombinasi metode tersebut. Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan ekstrak fenol dari bawang putih dengan variasi perlakuan rasio bahan dan pelarut serta lama waktu ekstraksi. Hasil ekstrak fenol kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT. Selain itu penelitian ini juga melakukan karakterisasi hasil ekstrak fenol dengan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang ada pada ektrak secara kualitatif dan PSA melakukan pengujian ukuran ekstrak fenol bawang putih. Berdasarkan hasil yang diperoleh, total fenol tertinggi sebesar 9,94±0,85 mg GAE/g berat kering dapat diperoleh dengan rasio pelarut 1:8 (b/v) dan waktu ekstraksi selama 2 menit. Berdasarkan analisis FTIR, ekstrak kering terdiri dari kelompok alkohol, sehingga dapat membuktikan secara kualitatif bahwa ekstrak tersebut memiliki senyawa fenol. Berdasarkan pengukuran dengan PSA, hasil ekstrak senyawa fenol bawang putih memiliki ukuran partikel sebesar 72,08±4,55 nm yang selanjutnya dapat digunakan sebagai agen pencegahan biofouling pada membran dengan tipe <em>mixed matrix</em>.</p> Yusuf Wibisono Ni’matul Izza Dian Savitri Shinta Rosalia Dewi Angky Wahyu Putranto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-03-22 2020-03-22 8 1 100 109 10.29303/jrpb.v8i1.165 DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN SUNGAI SUMBERTELAK KABUPATEN JEMBER MENGGUNAKAN METODE STREETER-PHELPS http://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/155 <p>Sungai Sumbertelak merupakan sungai yang terletak di Desa Gebang Timur hinga Desa Kaliwates, Kabupaten Jember. Daerah sekitar aliran Sungai Sumbertelak dekat dengan pemukiman warga dan lahan pertanian sehingga berperan dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat sekitar sungai. Kegiatan masyarakat di sekitar sungai seperti mencuci, mandi, dan kegiatan pertanian akan menghasilkan limbah domestik dan limbah pertanian sehingga akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas air sungai dan daya tampung beban pencemaran sungai. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan beban pencemaran dan daya tampung beban pencemaran Sungai Sumbertelak menggunakan metode <em>Streeter-Phelps</em>. Pertimbangan yang digunakan pada metode <em>Streeter-Phelps </em>adalah kebutuhan oksigen pada kehidupan air (BOD) untuk mengukur terjadinya pencemaran di badan air dan dihasilkan grafik penurunan oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai laju deoksigenasi Sungai Sumbertelak sebesar 4,14 mg/L.hari, rata-rata nilai laju reaerasi sebesar 19,36 mg/L.hari, rata-rata nilai DO aktual 6,98 mg/L, dan nilai beban pencemaran sisa 17,8 kg/hari. Berdasarkan tingginya nilai laju reaerasi dibandingkan dengan nilai laju deoksigenasi dan terdapat nilai beban pencemaran sisa dapat dinyatakan Sungai Sumbertelak masih dapat menampung beban pencemaran sebesar 30,89 kg/hari.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Sungai Sumbertelak, beban pencemaran, daya tampung sungai</p> Sri Wahyuningsih Elida Novita Sayyidatul Nahda Afifah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-03-24 2020-03-24 8 1 110 118 10.29303/jrpb.v8i1.155